Selasa, 08 Oktober 2013

Gresik, West Java Indonesia "Cement City"

"The Cement City"  
Gresik, West Java - Indonesia


 History :
According to records from China , Gresik was founded in the 14th century by a ChineseSince the 11th century , Gresik, a trading center and port city which is visited by many people such as , Chinese , Arabic , Champa , and Gujarat . 

Gresik is also a first entrance Islam in Java , which among other things characterized by the presence of ancient Islamic tombs of Sheikh Maulana Malik Ibrahim and Fatima bint Maimoon . Gresik has become one of the major port and an important trading city since the 14th century , as well as a haven of ships from Sumatra to the Moluccas and mainland Asia ( including India and Persia ) . This continues until the VOC era .Gresik ruler in 1411 , a Guangzhou -born , sent envoys to the Chinese emperor . In the 15th century , Gresik become a large international trading port . In his Suma Oriental , Tomé Pires refer to it as " the jewel of Java in trading ports " .In the VOC era , consisting of Afdeeling Gresik Gresik , Lamongan , and the District Sedayu . Gresik town itself is located on the main road heading Daendels road . Surabaya is quite rapid developments forced the abolition of Gresik and Surabaya joined the district in 1934 .At the beginning of Indonesian Independence , Gresik is a Kawedanan under Regency Surabaya . Semen Gresik factory founded in 1953, is the starting point of industrialization in Gresik . In 1974 , Surabaya district status as a successor was removed and Gresik regency , the first regent H. Soeflan . Settlements are increasingly stretched, and even the seat of government moved to the Bunder area .

Industry :
A large number of industries have established themselves in Gresik, mainly supporting agriculture and agricultural machinery. A lot of home-based industry exists, making caps (songkoks), bags, etc.
One of the largest factories in Gresik are PT. Semen Gresik (Gresik Portland Cement) and PT Petrokimia Gresik. PT. Semen Gresik, the largest cement factory in Indonesia, supplies 41% of the Indonesian market. While PT Petrokimia Gresik, the most complete fertilizer producer in Indonesia, supplies 50% of national subsidized fertilizers.

Economy : 
Gresik is known as one of the main industrial area in East Java. Some in the industry such as Semen Gresik Gresik, PKG, Nippon Paint, BHS-Tex, timber industry / Plywood and Maspion. Gresik is also a significant producer of fisheries, both marine fisheries, aquaculture, and aquaculture. Gresik also there is a gas power plant and steam capacity of 2,200 MW. Between Gresik and Surabaya are connected by a Surabaya-Manyar Toll Road, which connects with Highway Surabaya-Gempol. Besides the economy of the sustained Gresik many self-employed sector. One of them is Songkok Industry, Craftsmen Bag, Craftsman Gold & Silver Jewelry, Garment Industry (convection). In the northern city of Gresik also precisely in the city Sedayu is the largest producer of bird's nest in Indonesia

Fauna Identity (Mascot) :
Identity fauna Gresik is Bawean deer are deer that come from Bawean Island Gresik regency. Bawean deer fauna in addition to identity / mascot Gresik regency, but also animals Gresik civic pride.


Source
"KOTA SEMEN" 
Gresik, Jawa Timur - Indonesia
 Sejarah :
Menurut catatan dari Tiongkok, Gresik didirikan di abad ke-14 oleh seorang Tionghoa
Sejak abad ke-11, Gresik menjadi pusat perdagangan dan kota bandar yang dikunjungi oleh banyak bangsa seperti, Cina, Arab, Champa, dan Gujarat. 

Gresik juga sebagai pintu masuk Islam pertama di Jawa, yang antara lain ditandai dengan adanya makam-makam Islam kuno dari Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Fatimah binti Maimun. Gresik sudah menjadi salah satu pelabuhan utama dan kota dagang yang cukup penting sejak abad ke-14, serta menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dari Maluku menuju Sumatera dan daratan Asia (termasuk India dan Persia). Hal ini berlanjut hingga era VOC.
Tahun 1411 penguasa Gresik, seorang kelahiran Guangzhou, mengirim utusan ke kaisar Tiongkok. Di abad ke-15, Gresik menjadi pelabuhan dagang internasional yang besar. Dalam Suma Oriental-nya, Tomé Pires menyebutnya sebagai "permata pulau Jawa di antara pelabuhan dagang".
Pada era VOC, Afdeeling Gresik terdiri dari Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Sedayu. Kota Gresik sendiri berada pada jalur utama jalan pos Daendels. Perkembangan Surabaya yang cukup pesat memaksa dihapuskannya Kabupaten Gresik dan bergabung dengan Kabupaten Surabaya pada tahun 1934.Pada awal Kemerdekaan Indonesia, Gresik hanyalah sebuah kawedanan di bawah Kabupaten Surabaya. Didirikannya Pabrik Semen Gresik pada tahun 1953 merupakan titik awal industrialisasi di Gresik. Pada tahun 1974, status Kabupaten Surabaya dihapus dan sebagai penggantinya adalah Kabupaten Gresik, dengan bupati pertama H. Soeflan. Kawasan permukiman pun semakin melebar, dan bahkan pusat pemerintahan dipindahkan ke Kawasan Bunder.

Industri :
Sejumlah besar industri telah membentuk diri di Gresik, terutama mendukung pertanian dan mesin pertanian. Banyak industri rumahan ada, membuat topi (songkoks), tas, dll 
Salah satu pabrik terbesar di Gresik adalah PT. Semen Gresik (Gresik Semen Portland) dan PT Petrokimia Gresik. PT. Semen Gresik, pabrik semen terbesar di Indonesia, memasok 41% dari pasar Indonesia. Sementara PT Petrokimia Gresik, produsen pupuk terlengkap di Indonesia, memasok 50% pupuk bersubsidi nasional.

Perekonomian :
Gresik dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Beberapa industri di Gresik antara lain Semen Gresik, Petrokimia Gresik, Nippon Paint, BHS-Tex, Industri perkayuan/ Plywood dan Maspion. Gresik juga merupakan penghasil perikanan yang cukup signifikan, baik perikanan laut, tambak, maupun perikanan darat. Gresik juga terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap berkapasitas 2.200 MW. Antara Gresik dan Surabaya dihubungkan oleh sebuah Jalan Tol Surabaya-Manyar, yang terhubung dengan Jalan Tol Surabaya-Gempol. Selain itu perekonomian masyarakat Gresik banyak ditopang dari sektor wiraswasta. Salah satunya yaitu Industri Songkok, Pengrajin Tas, Pengrajin Perhiasan Emas & Perak, Industri Garment (konveksi). Di utara kota Gresik juga tepatnya di kota Sedayu merupakan penghasil sarang burung walet terbesar di Indonesia

Fauna Identitas (Maskot) 
Fauna Identitas Kabupaten Gresik adalah Rusa Bawean yaitu Rusa yang berasal dari Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Rusa Bawean selain menjadi fauna identitas/ maskot Kabupaten Gresik, tetapi juga hewan kebanggaan warga Gresik.


Sumber

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar